Pupuk Organik Digrow Meningkatkan Produksi Padi

PUPUK Organik DIGROW teruji dan terbukti mampu meningkatkan produksi padi para petani. Hasil panen mereka meningkat dua-kali lipat setelah memakai pupuk organik DI Grow. 

Para petani sudah merasakan hasil kenaikan produksi gabah. Hal itu juga terbukti dengan hasil penghitungan ubinan pada dua petak sawah di subak tersebut. Masing-masing memakai varietas padi yang sama, dengan sistem tanam legowo 21, jarak tanam 25×25 cm dan tanam benih langsung (tabela). Yang membedakan hanya penggunaan pupuk. Salah satunya memakai pupuk organik DIGROW.

Hasil kotor satu hektar sawah yang menggunakan DIGROW, mencapai 21 ton. Sehingga, setelah dipotong kadar air, hasil bersihnya mencapai 17,5 ton per hektar. Hasil kotor itu jauh lebih tinggi disbanding yang memakai pupuk kimia yakni hanya 13,4 ton per hektar. ”Pupuk DIGROW ini memang luar biasa, selain meningkatkan hasil, juga tahan dari serangan penyakit,” ujarnya.

Dari kalkulasi biaya, petani juga diuntungkan. Menurutnya, biaya sejak olah tanah hingga panen memakai DIGROW, sekitar Rp 10,3 juta per hektar. Dan, hasil bersih panen dengan asumsi harga gabah Rp 4.000/kg, mencapai Rp 60 juta lebih per hektar. Sementara yang hanya memakai pupuk kimia hasil bersihnya jauh lebih sedikit yakni sekitar Rp 35,6 juta.

Konsultan Pupuk DIGROW Pusat Ir. Suhendro Atmaja mengatakan dengan hasil ubinan kemarin, membuktikan menggunakan DIGROW tanpa tambahan biaya, tapi hasil lebih meningkat. Manfaat pupuk organik yang terbuat dari rumput laut dari jenis ascophylum nodosum (sejenis alga coklat) ini bisa mempercepat pertumbuhan padi dan menghemat biaya pupuk kimia serta meningkatkan hasil produksi minimal 20 persen. “Dari banyaknya bulir padi yang dihasilkan memakai pupuk DIGROW mencapai 402 bulir, hasil itu berlipat dari yang biasanya hanya berkisar 150-250 bulir,” ujarnya didampingi Distributor Pupuk Organik DIGROW .